\

Selasa, 03 September 2013

Kerajaan Pattani



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang masalah
Agama Islam di turunkan oleh Allah adalah untuk membimbing dan mengarahkan serta menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dan budaya umat di muka bumi. Agama-agama yang pada mulanya tumbuh dan berkembang berdasarkan pengalaman dan penggunaan akal serta budi daya manusia, di arahkan oleh umat Islam menjadi agama monotheisme  yang benar. Sementara itu, Allah sendiri telah menurunkan ajaran  Islam sejak fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan akal dan budi daya manusia tersebut. Sehingga, proses pendidikan Islam lah yang menjebatani ajaran Islam itu sampai pada umat manusia.
Pendidikan Islam merupakan suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik dunia maupun ukhrawi. Pendidikan Islam, bila di lihat dari aspek kultural umat manusia merupakan salah satu alat pembudayaan (enkulturasi ) masyarakat itu sendiri. Sebagai suatu alat, pendidikan dapat difungsikan untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan hidup manusiakepada titik optimal kemampuannya dalam memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat.   Pendidikan Islam, baik teoritis maupun praktis cenderung berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan tempat dan momen-momen yang dilaluinya. Hal demikian dapat kita lihat dari proses sejarah pemikiran masyarakat tentang kependidikan, khususnya dalam masyarakat Islam.
Masuknya Islam ke berbagai wilayah di Asia Tenggara tidak dalam satu waktu yang bersamaan, tetapi berada dalam satu kesatuan proses sejarah yang panjang. Kerajaan-kerajaan dan wilayah itupun berada dalam situasi politik dan kondisi sosial budaya yang berbeda-beda. Untuk menghadapi pengaruh kerajaan Islam yang semakin kuat di berbagai kota pantai maka kerajaan kecil tersebut bersekutu dengan kekuasaan asing. Mulailah kolonialis memegang politik perekonomian di Asia Tenggara. Kedatangan Islam di Asia Tenggaramempunyai aspek ekonomi, politik, dan sosial budaya. Umat Islam secara demografis jumlahnya cukup kecil, tetapi menjadi begitu penting karena beberapa di provinsi selatan yang berbatasan dengan Malaysia beragama Islam dan memiliki radikalisme tinggi dan bahkan semangat sparatisme (memerdekakan diri) dari Thailand. Membicarakan Islam di Thailand, tidak mungkin tanpa sebelumnya membicarakan kerajaan Pattani, karena keberadaan Islam di awali atau bermula sejak munculnya Kerajaan Pattani.
Selanjutnya akan dibahas mengenai apa yang bersangkutan dengan pendidikan Islam yang ada di Pattani (Thailand), baik dari segi pertumbuhan dan perkembangannya, lembaga dan sistem pendidikan Islam di Pattani , terutama dalam sejarahnya.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

1.      Proses masuknya Islam dan perkembangannya di Pattani
2.      Pendidikan islam di Pattani

C.  Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui proses masuknya Islam dan perkembangannya di Pattani
2.      Untuk mengetahui pendidikan Islam di Pattani

BAB II
PEMBAHASAN
1.    Proses Masuknya Islam dan Perkembangannya di Pattani
(1). Lahirnya kerajaan Pattani
                 Agama Islam masuk ke wilayah Thailand (Muang Thai atau sering disebut negara Gajah Putih ini) sekitar abad ke X atau XI melalui jalur  perdagangan. Yang mana penyebaran agama Islam ini di lakukan oleh sufi dan pedagang yang berasal dari Arab dan pesisir India. Salah satu bukti yang menguatkan adalah ditemukannya sebuah batu nisan yang bertuliskan Arab di dekat Kampung Teluk Cik Munah, Pekan Pahang pada tahun 1028 Masehi. Ada juga pendapat yang mengatakan Islam masuk ke Thailand melalui karajaan Samudera Pasai.[1]
Dahulu, ketika Kerajaan Samudera Pasai ditaklukan oleh Kerajaan Siam (Thailand), Banyak orang-orang Islam yang ditawan. Saat itu, Raja Zainal Abidinlah salah satu tawanan Kerajaan Siam yang kemudian dibawa ke Thailand. Para tawanan itu akan dibebaskan apabila telah membayar uang tebusan. Kemudian para tawanan yang telah bebas itu ada yang kembali ke Indonesiadan ada pula yang menetap di Thailand dan menyebarkan agama Islam di Thailand Selatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Agama Islam masuk ke Thailand di awali dengan munculnya kerajaan Pattani. Dengan menggunakan sumber-sumber China, pada II abad Masehi, di pantai timur semenanjung Timur Tanah Melayu telah muncul suatu negeri bernama Lang-ya-shiu(Langkasuka), yang letaknya kira-kira antara wilayah Senggora (Songkhla) dan Kelantan.[2] Kerajaan Langkasuka  yang beribukota Yarang ini berkembang, karena Teluk Langkasuka (Teluk Pattani sekarang )sangat sesuai untuk berlabuh kapal-kapal dagang dari berbagai wilayah sekitarnya. Menurut Paul Wheatly, kerajaan Langkasuka menguasai jalur perdagangan timur-barat melalui Segenting Kra hingga ke Teluk Benggala.[3] Kerajaan ini bertahan hingga menjelang abad XIII dan digantikan atau dilanjutkan oleh Kerajaan Pattani.
Menurut A. Teeaw dan Wyatt, berdasarkan tulisan Tome Pires dan lawatan Cheng Ho ke daerah ini antara tahun 1404-1433, Kerajaan Pattani didirikan sekitar Abad XV. Adapun menurut hikayat Pattani, Kerajaan Melayu Pattani mula-mula berpusat di kota Mahligai dan diperintah oleh Phya Tu Kerab Mahayana. Kedudukan kota Mahligai itu yang terlalu jauh ke pedalaman dan sukar untuk didatangi oleh pedagang-pedagang telah menyebabkan Phya Tu Antara, anak adari Phya Tu Kerab Mahayana, memindahkan pusat kerajaannya ke sebuah kota ke pelabuhan bernama Pattani yang terletak di Kampung Gresik yang dahulunya juga merupakan pelabuhan Kerajaan Langkasuka.
Pendapat yang lain masuknya Islam ke Pattani, juga seperti sebuah cerita khayalan atau dongeng. Tapi memang begitulah proses masuknya Islam ke sana. Sebagaimana dikisahkan dalam buku-buku sejarah. Dikisahkan waktu itu, Pattani dipimpin oleh seorang raja yang bernama Phya Tu Nakpa. Raja dikabarkan menderita sakit dan tidak kunjung sembuh. Dia mendengar, ada seorang tabib.  Tabib tersebut mau mengobati sakit raja dengan syarat raja harus masuk Islam setelah sembuh dari sakitnya. Raja menyetujui syarat sang tabib dan berjanji untuk masuk Islam setelah sembuh. Lalu sang tabib pun mengobati raja. Tetapi, setelah sembuh sang raja mengingkari janjinya. Dia tetap saja memeluk agamanya. Kemudian raja sakit kembali dan diobati kembali. Kejadian itu terulang sampai tiga kali. Pada yang ketiga kalinya raja menyerah dan insaf. Setelah sembuh dari sakitnya, raja bersama keluarga dan pembesar istana memeluk Islam. Pada akhirnya, raja pun mengganti namanya menjadi Sultan Ismail Shah. yang bisa mengobati sakitnya.
Sejak itulah Islam mulai berkembang di Pattani dan ajaran Budha mulai ditinggalkan yang pada akhirnya hilang dari Pattani. Islam berkembang dengan pesat di Pattani tersebut. Dahulunya, Pattani bukanlah bagian dari Thailand (Siam), melainkan daerah Islam yang berkembang dan maju di Selatan Siam. Sepeninggalnya, raja digantikan oleh putranya, Sultan Muzaffar Shah. Dia meneruskan dan memajukan negerinya. Tidak hanya itu, Sultan Muzaffar Shah juga melakukan lawatan ke negara tetangga, termasuk Siam. Tapi lawatan Sultan Muzzafar tidak di terima baik oleh Raja Siam. Karena kesombongan Raja Siam, yang menganggap dirinya lebih terhormat, membuat Sultan Pattani marah dan merasa direndahkan. Sehingga dia dan adiknya mengerahkan pasukan dan menyerang Siam yang ketika itu sedang diserang oleh Burma. Akhirnya, Siam jatuh ketangan Sultan Muzaffar saat itu juga. Tak lama kemudian, Raja Pattani meninggal dan digantikan oleh adiknya. Sepeninggal adiknya, tahta diturunkan kepada putra Sultan Ismail Shah, yang menimbulkan masalah pada kesultanan. Mulailah terjadi perpecahan di dalam istanayang melibatkan keluarga raja juga putera-putera selir beliau.
(2). Awal masuknya Islam di Pattani
                 Kedudukan Kerajaan Pattani terletak di daerah yang sangat strategi, yang di lalui lintas perdagangan Timur-Barat. Hal inilah yang menyebabkan  kerajaan Pattani ini cepat berkembang dan menjadi kerajaan penting di selatan Siam dan utara semenanjung Malaka. Pedagang-pedagang muslim telah mendatangi Pattani untuk berdagang dan berdakwah. Itu sebabnya, diperkirakan bawa Islam mulai menginjakkan kaki di Pattani lebih awal dari Malaka. Islam telah masuk di Kuala Berang, Trengganu sekitar tahun 1386-1387.[4] Dengan menggunakan analisis S.Q Fatimi, Islam datang ke Pattani melalui jalur timur (China dan Campa) dan juga barat (Samudera Pasai).[5]
                 Phya Antara kemudian memeluk agama Islam melalui seorang Ulama dari Pasai (Sumatera) bernama Syeikh Said dan kemudian menukar gelarnya menjadi Sultan Ismail Syah Zillullah Fil Alam.sejak itu juga, agama Islam telah mempengaruhi budaya dan kehidupan keagamaan rakyat Pattani.
                 Hubungan karajaan Pattani dengan Kerajaan Siam di utara menjadi sangat dekat, sekalipun sudah berbeda agama. Meskipun hubungan kedunya sering kali diwarnai konflik, saling menekan, menyerang dan menduduki, tetapi tidak jarang hubungan mereka tampak saling menghargai. Sumber-sumber tradisional Siam mengatakan bahwa Kerajaaan-Kerajaan Melayu Pattani dan juga Semenanjung Malaka berada di bawah pengaruh Kerajaan Sukhotai mulai abad ke XIII, dan dilanjutkan oleh Kerajaan Ayuthia pada abad XIV. Hubungan antara Pattani dan Ayuthia adalah hubungan setaraf dan saling menghormati.[6]
(3). Perkembangan Islam di Pattani
                 Kerajaan Malayu Pattani mengalami masa kejayaanya pada masa pemerintahan raja-raja perempuan. Hal demikian juga menyebabkan Islam semakin luas di Kerajaan Pattani ini sekitar tahun 1584-1624. Pada masa itu, Pattani muncul sebagai pusat perdagangan penting di rantau ini. [7]
Pada tahun 1631, Patani pernah menghantar bala tentera memihak kepada Siam dalam peperangan menentang Patani. Diantara serangan Siam yang terbesar ke atas Patani berlaku pada Mei 1634, dimana 60,000 bala tentera Siam melanggar Patani, tetapi angkatan Siam ini mengalami kekalahan akibat serangan kuat dari gabungan bala tentera Patani dan Portugis.
Untuk menguatkan lagi kerajaan Patani, Kerajaan Patani telah bersekutu dengan Empayar Johor-Pahang-Riau-Lingga apabila Raja Ungu yang memakai gelaran Paduka Sultanah Syah Alam telah berkahwin dengan Sultan Pahang, Sultan Abdul Ghafur dan hasil perkahwinan ini, lahirlah seorang puteri bernama Raja Kuning yang menaiki takhta Patani setelah kemangkatan bondanya pada tahun 1635ke Ligor (Nakhon Si Thammarat) untuk membebaskan wilayah itu dari cengkaman Siam, dua buah kapal Siam berjaya dirampas dengan 2 orang Belanda. Kemudian angkatan Siam bejaya merampas kembali Ligor dari tangan Patani, tetapi 2 orang Belanda masih hilang, menyebabkan Belanda. Keagungan dan kekuatan Pattani tidak kekal. Pada akhir pemerintahan Raja Kuning (1635-1688), pattani menuju zaman kemerosotan. Hal itu disebabkan oleh konflik perebutan antara sesama pewaris kerajaan. Intensitas perang saudara yang kerap terjadi menyebabkan situasi keamanan tidak terjamin. Hal demikian juga mempengaruhi kondisi Islam di wilayah tersebut.[8]
                 Pada setiap wilayah mempunyai perkembangan yang berbeda-beda, begitu juga dengan Islam di Pattani berbeda dengan Islam di Bangkok dan Chiang Mai. Masyarakat Islam di Pattani adalah penduduk asli Pattani yang telah memeluk Islam sejak lama. Kondisi spesifik itu diperkuat lagi oleh hubungan kekerabatan tradisional dengan umat Islam diberbagai negara bagian di Malaysia Utara.
                 Lembaga Islam dalam perjuangan pada saat itu salah satunya adalah Gerakan Rakyat Pattani (GRP) yang didirikan oleh Haji Sulong pada 3 April 1947.[9] Sejak akhir 1960an, masyarakat Islam Pattani kembali bangkit untuk menuntut hak-haknya.
2.    Pendidikan Islam di Pattani
Di Muangthai, Islam merupakan agama ke dua setelah Budha. Kaum muslimin adalah sekelompok minoritas di kerajaan, khususnya Pattani. [10]Tahap pertama  Islam diwarnai dengan Tasawuf dam mistik setidaknya sampai abad ke XVII. Hal ini karena dirasa paling cocok dengan latar belakang masyarakat setempatyang dipengaruhi oleh asketisme Hindu-Budha dan sinkretisme kepercayaan lokaldan tarekat cenderung lebih toleran dengan tradisi semacam itu. Sehingga ditemukan bahwa terdapat nama-nama ulamasufi terkenal sebagai penyebar Islam. Sufi di antaranya adalah Syeikh Syafiuddin Ahmad Ad Dajjani Al Qusyasyi. Beliau adalah keturunan Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi Muhammad SAW). Diceritakan juga oleh dua orang sezaman / bersahabat karib yang sama-sama menjalankan aktivitas dakwah Syeikh Syafiuddin di Pattani.

(1). Pengajaran
Pengajaran agama Islam yang diberikan seiring dengan perkembangan zaman semakin luas.  Di pusat-pusat pendidikan ini diajarkan sebagai berikut:
1.      Ilmu akidah
2.      Ibadah
3.      Seni baca Al-Qur’an
4.      Hukum Islam, dan
5.      Akhlak[11]
(2). lembaga / tempat pendidikan
Tempat / lembaga pendidikan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.   Masjid
Dari aspek pendidikan agama, setiap komunitas memiliki lembaga pendidikan yang biasanya dikaitkan dengan masjid,yang memberikan pendidikan agama terutama bagi anak-anak muslim.[12]
2.   Madrasah
Sejak tahun 1970an telah didirikan sebuah madrasah menengah lanjutan (Chitpakdee) di kawasan San  Pah-Koy. Madrasah ini dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga terampil dalam bidang keislaman, sehingga para lulusannya dapat mengajarkan Islam di tingkat lebih rendah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Timur Tengah atau Asia Tenggara lainnya.[13]
3.      Pondok
Pendidikan diperingkat menegah di Pattani kebanyakannya dilaksankan oleh pihak swasta yang terdiri dari pondok  - pondok yang setengah dari padannya menerusi bantuan dari kerajaan dan sebagian lagi tidak mendapan bantuan kerajaan. Bahkan system perbelanjaannya  dibiyayai oleh sendiri sisitem pendidikan tinggi biasnnya dilaksanakn oleh kerajaan (Hasan Madmam 2001) pondok jaman dahulu tidak didaftarkan di pemerintahan namum didaftarkan di unit agama karena pada waktu itu pondok tidak diakui oleh system kerajaan[14]


(3).  Pendidikan Islam pada masa kini
 Pada 1980an, setelah menyajaanaksikan dan mengevaluasi keberhasilan lembaga  Chitpakdee, mulailah dirancang sebuah usaha mendirikan pendidikan tinggi sebagai lanjutan Chitpakdee dan mengantisipasi perkembangan sosial keagamaan masyarakat muslim di Thailand ini[15].
Mayoritas muslim Thailand beraliran Sunni dengan mazhab Syafi’i, walaupun terdapat juga mazhab Hanafi dan Syiah. Oleh karena kentalnya pengaruh agama Budha dalam kehidupan masyarakat luas, tidak mengherankan jika tradisi lama, seperti menggunakan azima, tolak bala, dan kepercayaan pada hal-hal yang magic juga terdapat di kalangan muslim di Thailand. Itulah sebabnya sejak awal abad XX di kalangan Muslim Bangkok khususnya dan Thailand secara umum terjadi gerakan “Pembaharuan/ Pemurnian keagamman (tajdid). [16]
Sebelum memasuki abad XX, Pendidikan yang digalakan oleh pemerintah Kerajaan Thailand ini tergolong bersifat deskriminatif terhadap Islam.  Beberapa Madrasah Islam yang di anggap ekstrim itu ditutup. Dalam sekolah-sekolah Islam harus diajarkan pendidikan kebangsaan dan pendidikan etika bangsa yang diambil dari inti sari ajaran Budha. Pada saat-saat tertentupun anak-anak sekolah harus menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Budha dan kepada guru harus menyembah dengan sembah Budha. Kementrian pendidikan memutar balik sejarah, dikatakannya bahwa orang Islam itulah yang jahat ingin menentang pemerintahan Shah di Syam dan menjatuhkan raja. Dampak yang menonjol dari perkembangan yang berorientasi ke dalam hal ini misalnya, pada tahun1966 sekitar 60% anak-anak di pattani tidak dapat berbicara bahasa Nasional. Hal demikian berkaitan dengan banyaknya orang tua muslim yang lebih senang mengirimkan anak-anaknya ke sekolah agama.[17]
Strategi yang perlu dibangun masyarakat muslim ini adalah memajukan pendidikan, mendukung pembangunan nasional, dan menjaga stabilitas lokal. Namun sampai saat ini, masyarakat muslim Pattani menghadapai diskriminasi komplek dan teror yang berlarut-larut. Pemerintah Thailandpun belum mampu memberikan pendidikan secara merata terhadap kaum muslim












KESIMPULAN
                   Masuknya Islam ke berbagai wilayah di Asia Tenggara tidak dilakukan dalam satu waktu bersamaan, akan tetapi berada dalam suatu proses sejarah yang panjang.  Kerajaan-kerajaan dan wilayahpun berada di dalam situasi politik dan kondisi sosial yang berbeda-beda.begitu halnya dengan Islam di Pattani yang tidak terlepas dari unsur budaya yang tercampur dengan kehidupan agama Budha. Agama Islam masukke Thailand dengan ditandai munculnya kerajaan Pattani yang lahir di abad ke XV ini.
                   Agama Islam mulanya dibawa oleh para pedagang muslim. Selain berdagang, para pedagang muslimpun melakukan dakwah dengan menyebarkan agama Islam, khususnya di Pattani.agama Islam datang ke Pattani dengan melalui dua jalur, yaitu jalur timur (Cina dan Campa) dan jalur barat (Samudera Pasai).

                   Pendidikan Islam di Pattani ini dilakukan dengan berbagai pengajaran, yakni seperti ilmu akidah, ibadah, seni dan baca Al Qur’anhukum Islam, serta akhlak.
       Pada awalnya, masjid dijadikan tempat utama dalam memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam terutama bagi anak-anak muslim.kemudian seiring dengan berjalannya waktu, didirikanlah madrasah sebagai lembaga pendidikan resmi. Pada tahun 1970an, didirikanlah madrasah menengah lanjutan (Chitpakdee).
                   Mayoritas muslim beraliran sunni dengan mazhab Syafi’i dan sebagian kecil bermazhabkan Hanafi dan Syiah. Oleh karena pengaruh kentalnya agama Budha dalam kehidupan masyarakat luas, tidak mengherankan jika tradisi lama seperti menggunakan azima, tolak bala, dan kepercayaan pada hal-hal magic juga terdapat di kalangan muslim di Pattani ini.   Sebelum memasuki abad ke XX, pendidikan yang di galakan kerajaan Thailand ini tergolong bersifat deskriminatif terhadap Islam. Beberapa madrasah yang dianggap ekstimpun ditutup. Pada saat-saat tertentu anak-anak Islampun dituntut menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Budha.



















DAFTAR PUSTAKA

Syaifullahsejarah dan kebudayaan Islam di Asia Tenggara. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2010
Siti Maryam,dkk. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta : LESFI. 2002. 
http:// Upm _pattani thailand
http://indramunawar.blogspot.com/2009/04/sejarah-perkembangan-islam-di-pattani


[1]http://indramunawar.blogspot.com/2009/04/sejarah-perkembangan-islam-di-pattani.html
[2]Syaifullah, Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara(Yogyakarta:pustaka pelajar,2010).hlm.85

[3] Ibid, hlm.83
[4] Ibid, hlm.84

[6] Ibid, hlm. 84.
[7] Ibid, hlm. 85.
[9] Ibid, hlm. 98.
[10] Siti Maryam,dkk., SejarahPeradaban Islam, (Yogyakarta:LESFI, 2002), hlm.332.
[11] Saifullah, Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara,(Yogyakarta:pustaka pelajar,2010), hlm.98.
[12] Ibid, hlm.98.                                                                                                                               
[13] Ibid, hlm.99.
[14]http:// Upm _pattanithailand
[15] Ibid, hlm.99.
[16] Ibid, hlm.100.
[17] http://indramunawar.blogspot.com/2009/04/sejarah-perkembangan-islam-di-pattanipattani
Pasang Kode Iklan sobat yg berukuran 120 x 600 disini!!!